Juni 17, 2024

Pewarta :  Mkd.

Editor : Khaiko.

Pelitasumbar Pariaman – Mayunis 61 tahun, Putra Lubuk alung yang akrab disapa dengan panggilan Ajo Yunih ini sudah aral melintang di dunia usaha.

putra pariaman yang dulunya pernah menjabat sebagai pimpinan disalah satu instansi pemerintah, karena tidak ada kecocokan dengan kepribadiannya sehingga dia mengundurkan diri dari instansi tersebut.

karena Ajo yunih orang nya selalu gesit dalam berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dia mencoba keberuntungan merantau ke ibu kota jakarta, dengan usaha garmend tapi usaha ini tidak bertahan lama, karena kondisi dan situasi pancaklik ekonomi, ajo pun memboyong keluarganya ke kampung halaman.

dikampung halaman tepatnya di simpang empat padusunan kota pariaman, ajo yunih membangun sebuah ruko (rumah toko-red).dan mencoba hidup baru dengan membuka bordiran pakaian perempuan,karena kondisi dan situasi jua usaha tersebut tidak sesuai dengan yang apa di harapkan Ajo yunih,sehingganya dia harus banting stir demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

dengan gigih dan yakin Ajo Yunih mencoba mengais rezeki dengan cara bercocoktanam bibit pinang wangi dan bibit kelapa hibrida rendah.

alhamdulillah dihari pertama saya bisa meraup keberuntungan dengan menjual bibit tersebut,bahkan saya bisa membuka lahan pembibitan walaupun hanya dilahan yang termasuk sempit namun bisa untuk membudidayakan bibit pinang wangi dan bibit kelapa hibrida rendah tersebut,ucapnya.

Sejarah mencatat-

dari zaman penjajahan kolonial Belanda, pariaman sudah termasyur sebagai pulau penghasil Kopra, yang diberi julukan pulau nyiur.dengan berawal dari sejarah ini kita bisa menikam jejak kembali untuk mempublikasikan ke masyarakat,baik di dalam negeri maupun ke mancanegara, bahwa usaha memberdayakan kelapa itu adalah warisan usaha nenek moyang kita,dalam mencapai perekonomian masyarakatnya,khususnya masyarakat Pariaman.

sudah lebih kurang tiga tahun saya bergelut dengan usaha pembibitan dan penjualan bibit pinang wangi dan kelapa hibrida rendah ini, kalau kita tanam yang terawat, hanya dalam hitungan 3 sampai 4 tahun kita sudah menikmati hasilnya, bahkan tanaman tua ini, bisa diwariskan kepada anak cucu kita dan kita juga insyaallah akan menuai sadakah jariah nantinya,jelas Ajo Yunih.

dengan cara pembibitan ini,saya punya program dengan teman-teman yang se- profesi, untuk menanam sejuta pinang wangi dan kelapa hibrida rendah di ranah pariaman ini. disamping menghijaukan kembali lahan yang tandus oleh longsor, juga bisa mencerahkan perekonomian masyarakat. bagi yang minat untuk mengikuti jejak saya silahkan datang ke tempat pembibitan saya di-simpang empat padusunan kota pariaman atau hubungi -082190378361 Ajo Yunih.***