Juni 15, 2024

Pewarta : Sovia.

Editor : Khaiko.

PELITASUMBAR (Pariaman) – Dikondisi kekinian,walaupun perekonomian serba mahal tapi kemesraan di organisasi Alumni 84/85 Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Pariaman ini selalu akrab dan ceria.

Hal ini di paparkan oleh Abdul Malik, sebagai Nahkoda Alumni ini, kepada awak media ini, di acara memenuhi undangan pesta perkawinan di rumah alumni Azrizal di korong Kampung Tangah, nagari Kuraitaji kecamatan nan sabaris kabupaten padang pariaman sumatera barat Minggu,31/07/22.

Abdul Malik jelaskan,”lebih kurang empat tahun Alumni IKA 85 SMP 3 Pariaman ini berdiri, walauapun ada pasang surut dalam kekompakan, namun sampai saat ini berkat kebersamaan dalam persahabatan, kita masih bisa kompak dan berjalan sesuai yang di inginni, salah satunya program sumbangan tetap dari anggota untuk anggota yang mengadakan pesta perkawinan.

Program sosial dalam alumni ini bukan masalah undangan pesta  saja,tapi kita juga peduli terhadap kawan-kawan yang sakit, yang sangat membutuhkan bantuan dan kebersamaan, ini kita lakukan agar alumni ini tetap bisa tumbuh,kembang dan bertahan,harapan ketua.

Diposisi yang sama salah seorang anggota alumni Nasrul,”dengan adanya kebersamaan melalui Alumni ini, ke akraban dimasa lalu seakan -akan terasa hangat kembali,ditambah adanya program sosial seperti “sakik ba liek.mati ba janguak” sumbangan kehadiran juga keuangan yang diberikan kepada kawan-kawan sangat menolong baginya.

Namun kito-kito nan se alumni ini bukan lagi anak remaja yang menanjak eforia di dunia yang penuh sandiwara ini, namun dengan usia masing-masing yang sudah lebih setengah abad ini, mari perbanyak bekal amal ibadah untuk persiapan di hari akhir, dengan saling ingat – mengingatkan satu sama yang lainnya,kalau perbuatan itu sudah menyimpang dari  norma-norma yang dilarang oleh ajaran agama yang kita anut,jelas Nasrul alias Inaih.

Khairul Koto,” saya sangat mendukung adanya kebulatan dan kebersamaan Alumni SMPN3Pariaman 85 ini, apalagi program sosial kemasyarakatan yang salah satu program yang dijadikan sebagai pengikat tali silaturrahmi agar Alumni ini tetap solit.

Untuk kedepannya kalau bisa mari kita selalu mengadakan penyegaran di dalam tubuhb Alumni, dengan cara merangkul para kawan-kawan yang masih “ta icia” (yang tertinggal-red) juga mengepaluasi perkumpulan dan menstandarkan organisasi kemasyarakatan yang setara dengan persyaratan ormas yang berlaku di nusantara.

Dan juga tidak mengabaikan para guru-guru kita yang masih hidup untuk dijadikan sebagai pembina atau penasehat agar alumni yang kita bentuk dan yang di banggakan ini tidak beranjak dari rel kebaikan sebagaimana yang telah di gariskan, baik itu di dunia maupun di akhirat, harapan Ketua Bamus Nagari Kuraitaji ini.(*)