Juni 15, 2024

Pewarta: Mukhtar.

Editor: Khaiko.

Padang. Pelitasumbar – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Fauzi Bahar membeberkan bahwa Almarhum Zuiyen Rais turut berperan memindahkan Balai Kota Padang ke Aia Pacah By Pass.

Kala itu, Fauzi Bahar masih menjabat sebagai Wali Kota Padang, lalu gempa meluluhlantakkan Kota Padang yang membuat banyak perkantoran rusak parah sehingga perlu pemindahan area perkantoran.

“Termasuk membangun Balai Kota Aia Pacah ini, ini dulunya terminal, ketika gempa 2009, beliau (Almarhum Zuiyen Rais) menyarankan membangun balai kota di Aia Pacah Padang ini,” ujar Fauzi Bahar.

Jadi, kata Fauzi, pembangunan Balai Kota Padang di Aia Pacah juga merupakan sumbangsih pemikiran dari Zuiyen Rais.

Fauzi mengingat, kala itu, Zuiyen menyebut Aia Pacah daerah yang tepat, strategis, safety, aman, di jalan terbuka, dan layak sebagai lokasi Balai Kota yang baru.

Selain itu, Fauzi Bahar menganggap Almarhum Zuiyen ialah guru baginya, apalagi di masa hidupnya, Zuiyen juga merupakan tokoh pendiri Universitas Bung Hatta.

Begitu juga, Zuiyen Rais juga merupakan wartawan senior di Kota Padang.

“Setiap tahun itu, tiap empat bulan sekali beliau selalu saya undang ke rumah, untuk saya belajar pemerintahan kepada beliau, jadi dimana aset kita cara-cara, strategi sebagai pemimpin, saya belajar ke beliau,” kata mantan Wali Kota Padang dua periode ini.

Diketahui, mantan Wali Kota Padang periode 1993-2003 Zuiyen Rais meninggal dunia di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (10/11/2022) malam.

Diketahui, Zuiyen Rais meninggal dunia dalam usia 82 tahun.

Beliau yang menyarankan saya untuk jadi Wali Kota

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Fauzi Bahar merasai duka mendalam atas wafatnya mantan Wali Kota Padang periode 1993-2003 Zuiyen Rais.

Ia mengenang Almarhum Zuiyen Rais sebagai guru baginya.

Iklan untuk Anda: Sang suami memfilmkan istrinya di kamera tersembunyi, dan inilah yang dia lihat
Advertisement by
Selain itu, kata Fauzi, Almarhum Zuiyen jugalah yang menyarankan agar Fauzi Bahar bersedia menjadi calon Wali Kota Padang kala itu.

“Pak Zuiyen ini guru saya, beliau yang menyarankan saya untuk jadi Wali Kota. Saat itu saya masih mayor, Almarhum yang meyakinkan saya,” ujar Fauzi Bahar kepada TribunPadang.com, Jumat (11/11/2022.

Dikatakannya, Almarhum Zuiyen yang memberikan sugesti untuk Fauzi Bahar bersedia mencalon sebagai wali kota.

Adapun ketika sudah menjabat sebagai Wali Kota Padang pada 2004-2014, Fauzi Bahar mengaku selalu menjadwalkan pertemuan rutin dengan Zuiyen Rais.

Minimal, kata dia, sekali dalam empat bulan, ia mengundang Zuiyen Rais ke rumah.

“Setiap tahun itu, tiap empat bulan sekali beliau selalu saya undang ke rumah, untuk saya belajar pemerintahan kepada beliau, jadi dimana aset kita cara-cara, strategi sebagai pemimpin, saya belajar ke beliau,” kata mantan wali kota dahulu ini. (R)