Juni 15, 2024
Pewarta : Mkd.
Editor : Khaiko.
Pelitasumbar Parit Malintang – Bertempat di Ball Room Hall IKK hari ini di selenggarakan lounching pelaksanaan program IDRIP oleh Bank Dunia sekaligus pengukuhan standar nasional komunitas desa ready tsunami untuk desa nagari tapakis dari tim NTRB/BMKG Selasa 7 – 03 – 2023. IDRIP sendiri merupakan proyek yang mendapat bantuan Bank Dunia terkait mitigasi gempa bumi dan tsunami, yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah serta masyarakat dalam upaya menghadapi ancaman potensi bencana.

Badan Nasional Penaggulngan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman telah membentuk desa tangguh bencana (destana) dengan program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) di enam Nagari di kabupaten Padang Pariaman ini dan untuk dua Kabupaten Seprovinsi Sumbar satu nya di pesisir selatan Kata Wirman Kabid Pencegahan dan Siaga BPBD Padang Pariaman.

“Saat ini kita akan Lounching Destana atau Desa tangguh bencana (destana) yang merupakan desa yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana” ujar wirman.

Ia juga mengatakan IDRIP merupakan proyek yang mendapat bantuan Bank Dunia terkait mitigasi gempa bumi dan tsunami, yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah serta masyarakat dalam upaya menghadapi ancaman potensi bencana.

Selain pengembangan destana IDRIP juga melakukan kegiatan lainnya, seperti dibentuk lembaga, pemasangan rambu evakuasi, penguatan kapasitas sarana dan prasarana Pusdalops (call center 117), penyusunan rencana kontijensi, pemasangan sirine peringatan dini tsunami ‘early warning system

Pihaknya juga mengimbau agar tetap waspada dan siap siaga, selalu “update” informasi dari BMKG, serta menghindari daerah-daerah yang mempunyai potensi rawan bencana kata nya lagi.

Sementara itu Budi Mulya Kalaksa BPBD Padang Pariaman dalam sambutan nya mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2008 dan Perda Padang Pariaman tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Perda Padang Pariaman no 1 thn 2014 tentang penanggulangan bencana Bahwa tujuan di adakan nya kegiatan ini di Kabupaten Padang Pariaman bahwa Nagari Tapakis dipersiapkan menjadi masyarakat ready tsunami dan ada 14 nagari lain nya yang akan di jadikan destana dan Nagari Tapakis ini dijadikan desa untuk percontohan, sebagaimana di ketahui bahwa wilayah padang pariaman ini masuk zona merah wilayah yang terdampak tsunami dari wilayah gempa bumi dari megatrust mentawai.

Ia mengatakan,  Melalui kerjasama BMKG dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman, masyarakat Nagari Tapakis dibantu mempersiapkan beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk lolos sebagai masyarakat ready tsunami.
Indikator dimaksud di antaranya, penyediaan zona bahaya tsunami, mengidentifikasi jumlah orang yang berisiko dalam zona bahaya tsunami, serta menyediakan sarana yang memadai untuk menyebarkan peringatan tsunami kepada masyarakat setempat. Budi menerangkan pengukuhan masyarakat ready tsunami ini, dipersiapan untuk pengukuhan secara Nasional, dan nantinya akan diusulkan ke UNESCO, ujar Budi Mulya di hadapan para undangan yakni dari perwakilan Gubernur Provinsi, BPBD Provinsi dan BNPB, Wabup Padang pariaman para OPD, Masyarakat Relawan Bencana dan para wali nagari dan camat seluruh nya yang ada di kabupaten Padang Pariaman.

Ada dua program yang akan di jalankan yakni zona Mire Komunity dan bantuan Bank Dunia, ini saling mendukung satu sama lain di mana kedua program ini bagaimana menciptakan kesiapan masyarakat di sepanjang pinggir pantai dalam menghadapi ancaman tsunami jelas Budi.

Tujuan dari kegiatan ini juga bagaimana nanti nya dalam masyarakat ready tsunami di Nagari Tapakis dapat menjadi percontohan dan meluas ke nagari lainnya di pesisir pantai di Kabupaten Padang Pariaman untuk menjadi masyarakat yang siaga tsunami.

“Ada 14 nagari yang akan terpapar stunami di sepanjang pantai di kabupaten ini dan 60.000 jiwa yang terpapar tentu ini tantangan bagi kami dan dengan adanya program IDRIP ini tentunya membantu kami dan ada enam nagari yang sudah menjadi nagari stunami ready comunity di luar nagari Tapakis yang sudah komitmen membantu program ini” ujar Budi.

Terpilih nya Nagari Tapakis ini atas kolaborasi BMKG Padang panjang, BPBD termasuk nagari Tapakis sendiri dan alhamdulillah lolos dari penilaian nasional sebagai nagari percontohan
seperti saat ini ujar Budi juga di akhir pemaparan nya(r)