1447.H-2026.M, Pemkap Padang Pariaman Kembali Berbuka Bersama.
Editor : khaiko
Padang pariaman,pelitasumbar.com – Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan pondok pesantren, tokoh adat, tokoh agama, unsur organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen kemasyarakatan dalam satu forum silaturahmi Ramadan.
Acara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan dihadiri ribuan warga dari berbagai kecamatan. Kehadiran lintas unsur ini dinilai menjadi representasi kuatnya partisipasi publik dalam ruang-ruang kebersamaan yang difasilitasi pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat. Ia menyebut, tradisi buka puasa bersama yang rutin digelar sejak Ramadan 1446 Hijriah (2025) dan berlanjut pada Ramadan 1447 Hijriah (2026) menunjukkan adanya kesinambungan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Saya sangat terharu dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para tokoh masyarakat yang menghadiri buka puasa bersama ini,” ujarnya di hadapan para undangan.
Menurutnya, kehadiran tokoh lintas elemen bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi indikator penting kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Ia menilai, ruang silaturahmi seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan emosional dan sosial antara pemangku kebijakan dan masyarakat.
Rahmat menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan moral dan sosial dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, kata dia, membutuhkan partisipasi aktif tokoh adat, agama, pendidikan, dan kepemudaan agar program pembangunan bersifat inklusif serta menjangkau kebutuhan riil warga.
“Silaturahmi Ramadan dengan tokoh masyarakat perlu terus kita lakukan. Kita berharap melalui pertemuan seperti ini, ukhuwah Islamiah tetap terjaga dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kokoh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam ajaran Islam. Silaturahmi, menurutnya, bukan hanya mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga diyakini membawa keberkahan, memperluas rezeki, dan memperpanjang umur sebagaimana yang diajarkan dalam nilai-nilai agama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Menjelang waktu berbuka, para undangan mendengarkan tausiah singkat yang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan pembangunan. Setelah azan Magrib berkumandang, acara dilanjutkan dengan berbuka bersama dan salat Magrib berjemaah.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menilai forum seperti ini efektif memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Selain menjadi ajang silaturahmi, bukber lintas elemen juga dinilai mampu meredam potensi miskomunikasi dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.
Dalam konteks pembangunan, Rahmat Hidayat menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. Ia menyebut tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, hingga menjaga stabilitas sosial. Karena itu, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri.
“Partisipasi tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan program. Pemerintah membuka ruang dialog dan masukan agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana menjadikan kegiatan buka puasa bersama lintas elemen sebagai agenda tahunan selama Ramadan. Selain memperluas partisipasi publik, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial dan membangun budaya dialog yang konstruktif di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika pembangunan dan beragam tantangan sosial, momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk merekatkan kembali nilai-nilai persatuan. Bukber lintas elemen yang digelar di rumah dinas Wakil Bupati tersebut tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Padang Pariaman. (***)






