Cucuku Zulaikha
Artikel,
Sumatera Barat, Pelitasumbar.com-Duduklah sebentar di dekat Kakek. Ada beberapa hal yang ingin Kakek sampaikan kepadamu. Usia Kakek mungkin tak sepanjang jalan yang masih harus engkau tempuh, tetapi pengalaman hidup telah mengajarkan banyak hal yang belum tentu engkau temui hari ini.
Pertama, hormatilah orang tuamu. Jangan tunggu mereka tua untuk menyadari betapa besar pengorbanan mereka. Ketika engkau masih kecil, mereka menggendongmu. Ketika engkau sakit, mereka rela terjaga sepanjang malam. Jangan lukai hati mereka hanya karena engkau merasa sudah pandai menjalani kehidupan.
Kedua, jagalah pergaulanmu. Nak, tidak semua orang yang tersenyum kepadamu benar-benar menginginkan kebaikanmu. Pilihlah teman yang mengajakmu belajar, berbuat baik, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jangan takut kehilangan teman jika pertemanan itu justru menjerumuskanmu.
Ketiga, jangan malu menjadi orang sederhana. Kekayaan bukan ukuran kemuliaan seseorang. Pakaian yang bagus tidak selalu menandakan hati yang baik, dan kedudukan yang tinggi tidak selalu berarti seseorang itu terhormat. Kemuliaan terletak pada kejujuran, kesantunan, dan kemampuan menghargai sesama.
Keempat, kejarlah ilmu selagi muda. Masa belia adalah kesempatan yang tidak akan kembali. Gunakan waktumu untuk belajar, membaca, mengasah keterampilan, dan memperbaiki diri. Jangan habiskan masa mudamu hanya untuk kesenangan sesaat, sebab masa depan dibangun dari pilihan-pilihan kecil yang engkau lakukan hari ini.
Kelima, jangan takut gagal. Jika suatu hari engkau jatuh, bangkitlah. Jika engkau salah, akuilah. Jika engkau kalah, belajarlah. Kakek lebih bangga melihatmu menjadi anak yang jujur dan berani memperbaiki kesalahan daripada melihatmu berpura-pura sempurna.
Keenam, jagalah ucapan dan perilakumu. Lidah tidak bertulang, tetapi kata-kata bisa melukai hati seseorang bertahun-tahun lamanya. Berbicaralah dengan sopan kepada siapa pun, baik kepada orang kaya maupun orang miskin, kepada orang berpangkat maupun kepada mereka yang hidup dalam kesederhanaan.
Ketujuh, jangan lupakan Tuhan. Ketika hidupmu senang, bersyukurlah. Ketika hidupmu susah, bersabarlah. Jangan hanya mengingat Tuhan ketika engkau membutuhkan pertolongan. Jadikan doa, ibadah, dan perbuatan baik sebagai bekal dalam perjalanan hidupmu.
Nak, dengarkanlah baik-baik pesan Kakek ini.
Kakek tidak berharap engkau menjadi orang paling kaya, paling berkuasa, atau paling terkenal. Kakek hanya berharap engkau tumbuh menjadi manusia yang berguna, yang tidak menyusahkan orang lain, yang menghormati orang tua, yang menyayangi keluarga, dan yang tidak kehilangan harga dirinya demi mengejar dunia.
Ingatlah, cucuku…
Harta bisa habis, jabatan bisa berakhir, kecantikan dan ketampanan akan memudar, tetapi kebaikan yang engkau tanam akan hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakannya.
Kelak, ketika rambutmu mulai memutih seperti rambut Kakek, engkau akan mengerti bahwa hidup bukan tentang seberapa jauh engkau melangkah di depan orang lain, melainkan tentang seberapa banyak kebaikan yang engkau tinggalkan di belakangmu.
Jika suatu hari Kakek sudah tidak ada lagi di sisimu, jangan bersedih terlalu lama. Ingatlah nasihat ini, rawatlah keluargamu, dan teruslah berbuat baik.
Sebab Kakek mungkin tidak bisa menemanimu sepanjang usia, tetapi Kakek berharap nasihat yang baik akan tetap hidup di dalam hatimu, bahkan ketika suara Kakek tak lagi bisa engkau dengar.
Salam sayang dari Kakek untuk cucu tercinta. Tumbuhlah menjadi anak yang berilmu, berakhlak mulia, rendah hati, dan bermanfaat bagi sesama.
“(khaiko)
