Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim Manfaatkan Air Mengalir Budidayakan Ikan Penunjang Ekonomi Masyarakat
Kota Pariaman, Pelitasumbar.com – Air yang selama ini tampak sederhana di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai, Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat bisa berubah menjadi denyut perekonomian masyarakat. Potensi itu mulai dibidik melalui rencana optimalisasi sumber air untuk mendukung pengembangan kolam ikan di lingkungan masjid.
Yang menarik, gagasan ini tidak berhenti pada urusan membuat kolam ikan. Ada pesan lebih besar yang terbuka untuk keumatan. Aset kecil di sekitar masjid jangan dibiarkan menjadi potensi yang tidur.
Sumber air tersedia, lahan ada, dan kolam dapat dikembangkan. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi itu dikelola secara profesional, berkelanjutan, transparan, dan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Masjid pun didorong tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan. Muhajir melihat pengembangan kolam ikan dapat menjadi kegiatan produktif yang menghubungkan fungsi sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Hasil budidaya nantinya berpotensi mendukung kebutuhan masyarakat maupun kegiatan masjid. Sedangkan proses pengelolaannya dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda.
Namun, sumber air bukan sekedar soal mengalirkan air ke kolam. Juga pastikan ketersediaan dan keinginannya harus diperhitungkan sejak awal.
Di sisi lain, terkait kondisi lingkungan, kebutuhan udara, sistem pengaliran, jenis ikan, pakan dan pemeliharaan. Hingga pelaksanaan pemanfaatan hasil panen, harus dirancang agar program tidak berhenti sebagai proyek pada saat itu.
Peninjauan lapangan menjadi penting untuk memetakan kebutuhan dan tantangan teknis secara langsung. Muhajir menegaskan bahwa potensi yang ada di sekitar masjid harus mampu memberikan kebermanfaatan.
“Kita ingin aset dan potensi yang ada di sekitar masjid bisa memberikan manfaat. Masjid tentu fungsi utamanya adalah tempat ibadah. Di sisi lain masjid juga bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Gagasan tersebut sekaligus membuka peluang agar pemuda terlibat dalam pemeliharaan, pencatatan, pemasaran hingga pengembangan usaha berbasis budidaya ikan.
Jika dikelola secara serius, kolam sederhana itu dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat memelihara ikan.
Ia bisa menjadi ruang edukasi lingkungan bagi anak-anak, laboratorium kewirausahaan bagi pemuda, sekaligus kegiatan produktif bagi pengurus dan masyarakat. Dari satu sumber air, manfaatnya dapat mengalir ke banyak arah. Yakni ekonomi, pendidikan, sosial, dan penguatan aktivitas masjid.
Kegiatan ini bukanlah kolam besar-kecilnya, melainkan keberanian mengubah potensi menjadi manfaat. Udara yang mengalir di kawasan Masjid Raya Cubadak Mentawai sedang diarahkan untuk menghidupkan sesuatu yang lebih besar.
Kemandirian masyarakat menggerakan ekonomi. Jadi ketika sumber daya dikelola dengan amanah dan profesional, yang mengalir bukan hanya udara. Namun ada peluang, harapan, dan kebermanfaatan bagi umat” jelasnya. ( rel-tim)






